Benar saja sesaat kemudian dia berdiri dengan dibantu tongkat dikedua tanganya, berjalan perlahan menuruni bukit yang dipenuhi belukar. dari langkahnya tak ada sedikitpun rasa takut untuk menuruni bukit itu, padahal kedua kakinya nyaris tak dapat digerakan, entah kenapa tiba- tiba dia menyanyikan sebuah kidung sunda yang membuat bulu kuduk merinding. "nu diluhur salah ngatur, nu dihandap nangkeup tu' ur,
ka indung abdi kaduhung kabapa kuring doraka, gulugur guntur tibatur, gurilap matak sumeblak
pangeran anu kawasa kuring nandangan sangsara"
( yang diatas salah ngatur, yang dibawah memeluk lutut, terhadap ibu aku menyesal, kepada bapa saya durhaka, suara guntur datang dari orang lain, halilintar membuat hati berdebar, tuhan yang maha kuasa saya jalani kesengsaraan ). tanpa aba- aba dan peringatan suara halilintar menggelegar menyambar sosok tubuh yang sedang gontai, "Glegaaaaaarrrrrrr, treleeep, kruuaaaaak " diiringi suara batang kayu yang roboh langsung menimpa mahluk yang mirip sekali dengan manusia. tanpa suara. hening sesaat lalu terdengar suara lirih, " asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadu rasyulullah "
untuk anda yang jiwanya sedikit labil, dilarang membaca kidung tersebut diatas dengan suara yang lantang. bacalah didalam hati, jika melanggar penulis tidak bertanggung jawab atas segala yang terjadi setelahnya.
BalasHapus