Total Tayangan Halaman
Selasa, 22 Oktober 2019
Sabtu, 24 Agustus 2019
Pentingnya identitas anda
Pada jaman modern saat ini kemana an teknologi semakin maju, namun kejahatan pun berkembang pula semakin hebat, sepertihttps://www.youtube.com/watch?v=i3I9NA4SC3M
Waspadalah, jangan sampai Terjerat Pinjaman Online Palsuhttps://www.youtube.com/watch?v=i3I9NA4SC3M
Waspadalah, jangan sampai Terjerat Pinjaman Online Palsuhttps://www.youtube.com/watch?v=i3I9NA4SC3M
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 24 Juli 2019
Kumbara lelaki buaya halaman 2
Diseberang sungai yang sedang surut sekelompok bersenjata lengkap diantaranya membawa pedang, tombak, busur panah dan senjata lain, bersiap menyebrangi sungai itu, perlahan pria berkumis dan memakai tutup kepala seperti kerucut menuruni sungai dengan kuda berbulu hitam yang gagah, " ketika aku sudah berada diujung sungai, pasukan ppanah bersiap melindungi aku kalau ada musuh yang mengganggu." sambil mengendalikan tali kekang kudanya.
" baik pangeran" serempak seluruh anggota pasukan menjawab.
Mereka berwajah tegang saat menyaksikan sang pangeran berlalu meninggalkan merka.
" aku bangga menjadi bagian dari pasukan perang dari pangeran Dirga lembayung yang sangat memperhatikan kepentingan kita" anggota pasukan itu sambil menoleh kearah rekannya.
Diseberang sungai pangeran dirga memberikan kode dengan tangan bergerak memanggil, tanda keadaan aman dan seluruh pasukan agar segera melintasi sungai itu.
" lindungi tuan putri " seru seorang prajurit yang berpakain rapi dan tegap, rupanya dia kepala pasukan,
" baik pangeran Arya" saut mereka.
Pasukan berkuda itu bergerak menyebrangi sungai, ada sosok agung yang menjadi prioritas mereka, sosok seorang putri raja yang cantik jelita. Wajahnya mengenakan cadar berwarna biru muda, namun aura kecantikannya tetap terpancar, sampai seluruh pasukan tak berani menatap langsung jungjunannya.
Bersambung... Ke halaman 3
" baik pangeran" serempak seluruh anggota pasukan menjawab.
Mereka berwajah tegang saat menyaksikan sang pangeran berlalu meninggalkan merka.
" aku bangga menjadi bagian dari pasukan perang dari pangeran Dirga lembayung yang sangat memperhatikan kepentingan kita" anggota pasukan itu sambil menoleh kearah rekannya.
Diseberang sungai pangeran dirga memberikan kode dengan tangan bergerak memanggil, tanda keadaan aman dan seluruh pasukan agar segera melintasi sungai itu.
" lindungi tuan putri " seru seorang prajurit yang berpakain rapi dan tegap, rupanya dia kepala pasukan,
" baik pangeran Arya" saut mereka.
Pasukan berkuda itu bergerak menyebrangi sungai, ada sosok agung yang menjadi prioritas mereka, sosok seorang putri raja yang cantik jelita. Wajahnya mengenakan cadar berwarna biru muda, namun aura kecantikannya tetap terpancar, sampai seluruh pasukan tak berani menatap langsung jungjunannya.
Bersambung... Ke halaman 3
Kumbara lelaki Buaya
Ketika fajar mulai pudar, seiring ayam jantan berkokok membelah keheningan, terlihat langkah kaki yang gontai dan tertatih tatih menelusuri jalan setapak yang dikiri dan kanannya dirimbuni pepohonan dan semak belukar, pakaian yang membalut tubuhnya compang camping dan nyaris terkoyak dibagian paha dan belahan dadanya,
Pada pinggang sebelah kirinya masih tergantung serangka pedang dengan ukiran yang indah dan berseni tinggi, sesampainya ditepi jurang yang dilewati jalan, ia terduduk dan menatap jauh hingga keujung langit, seraya berteriak. " kumbara.... Tak akan kumaafkan enggkau sampai engkau meratapi kematian didepan mataku, tunggu pembalasanku". Lalu terjungkal dan terperosok kejurang yang curam itu,..
Didepan sebuah rumah yang megah umpama istana, sedang duduk seorang pria tampan ditemani beberapa orang wanita dan penjaga pria, yang berdiri membelakangi pria itu.. " hahahahaha...... Hanya aku yang berhak mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sebelum orang lain merasakan, aku kumbara penguasa dunia... Buahahaha..." lalu menunjuk kearah wanita yang membawa baki tempat buah buahan...
" sini...". Lalu memakan buah.. Dan wajahnya terlihat puas dan sombong....
Bersambung....
Pada pinggang sebelah kirinya masih tergantung serangka pedang dengan ukiran yang indah dan berseni tinggi, sesampainya ditepi jurang yang dilewati jalan, ia terduduk dan menatap jauh hingga keujung langit, seraya berteriak. " kumbara.... Tak akan kumaafkan enggkau sampai engkau meratapi kematian didepan mataku, tunggu pembalasanku". Lalu terjungkal dan terperosok kejurang yang curam itu,..
Didepan sebuah rumah yang megah umpama istana, sedang duduk seorang pria tampan ditemani beberapa orang wanita dan penjaga pria, yang berdiri membelakangi pria itu.. " hahahahaha...... Hanya aku yang berhak mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan sebelum orang lain merasakan, aku kumbara penguasa dunia... Buahahaha..." lalu menunjuk kearah wanita yang membawa baki tempat buah buahan...
" sini...". Lalu memakan buah.. Dan wajahnya terlihat puas dan sombong....
Bersambung....
Langganan:
Komentar (Atom)





