Total Tayangan Halaman

Selasa, 02 Agustus 2011

SELAYANG PANDANG, SEDAP DIPANDANG TAK MUDAH DIPEGANG

SEKILAS Tentang desa Air Sebayur kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara. propinsi Bengkulu. pada awal datangnya transmigran desa ini masih berupa semak belukar, kayu- kayu besar hasil penebangan malang melintang di semua pekarangan rumah penduduk trans yang baru. ketika itu rombongan kami datang, tepatnya 11 pebruary 1986 dipimpin kepala rombongan DEDI WIJAYA KUSUMAH yang tak lain adalah kakak saya sendiri yang sekarang berpindah ke desa sei laut, Padang painan Sumatra Barat. Kami adalah rombongan transmigran asal kabupaten Purwakarta, JawaBarat yang berjumlah sekitar 42 kepala keluarga. ssebelum kami tiba di sana telah terlebih dahulu tinggal para transmigran asal Brebes,bumiayu, kubang putat Jawa tengah, dari Ponorogo, nganjuk, jawa timur, kemudian transmigran yang tergabung dengan Yayasan DARMAIS jakarta yang merupakan gabungan warga bogor dan jakarta. untuk trans local hanya dari warga Bintunan kec lais.
              Letak kantor KUPT pada saat itu berada di Air sebayur II ( yang sekarang dikenal dengan Dusun Taba) juga gudang penyimpanan beras untuk jatah pangan para transmigran ( sekarang SDN Air sebayur ). saudara jangan berpikir mudah dulu, pada saat itu justru saat- saat tersulit untuk seluruh transmigran di Air Sebayur, bayangkan dengan modal Harapan Yang dibawa dari kampung halaman masing- masing, mereka semua mencoba bertahan dengan kerasnya alam dan kebutuhan hidup sehari- hari, masih ada untungnya PTPN XXIII saat itu memperkerjakan kami saat itu yang hanya mendapat gajih sebesar Rp. 1200 / hari. yang notabene kebun tersebut akhirnya kami miliki dengan cara mencicil/ mengangsur dari hasil kebun tersebut. perlahan-lahan tapi pasti, penduduk Air Sebayur yang murni warga transmigran mulai berkurang, banyak dari mereka mengeluh tidak betah, tidak kuat menahan kemiskinan, bayangkan saja, selepas bantuan beras tidak diberikan lagi, banyak warga yang kekurangan pangan di sebabkan gagal panen, kemarau, dan lahan yang tidak lagi subur untuk ditanami padi dan palawija lainnya. sampai saat ini hanya tinggal kurang lebih 60 KK saja warga murni transmigran,( di postingan berikutnya akan saya tampilkan nama- nama mereka yang bisa bertahan sampai saat ini ).  saat ini  Air Sebayur Maju?  tergantung dari sudut mana anda memandang dari segi moral sebaiknya prioritas utama untuk dibenahi saat ini.  semoga Desaku jaya selalu.