Total Tayangan Halaman

Kamis, 26 Juli 2012

Jeritan karyawan tambang batubara

jika saja sumber daya alam/ mineral kita tidak boleh dijual kenegara lain, tentunya tidak akan terjadi adanya investor asing yang masuk untuk mengeruk harta karun yang terpendam dibumi nusantara ini. pertanyaan yang muncul dari benak rakyat yang minim pendidikan dan informasi kira- kira seperti ini  : "knapa gak pemerintah saja yang menambang batubara ini? hasilnya mungkin dapat dirasakan oleh seluruh rakyat."
                saat ini hanya beberapa kalangan saja yang dapat merasakan hasil dari adanya tambang batubara disekitar mereka. para kontraktor dan para pekerja tambang. sungguh tidak sebanding dengan kerusakan alam yang ditimbulkan yaitu tanah lapisan atas ( top soil ) nyaris tidak tampak lagi alias gersang, reklamasi dan penanaman kembali terkesan ala kadarnya, karena investor lebih peduli terhadap hasil yang didapat, bukan tidak mungkin banyak perusahaan yang hanya punya misi untung semata. tinggal kita sebagai warga masyarakat yang tinggal dekat dengan daerah penambangan yang terkena dampak langsung dari kegiatan itu.
                semoga suatu hari nanti ada pemimpin yang sangat bijak menangani masalah keruk mengeruk harta benda bangsa kita. stop penjajah berkedok company / perusahaan.
                agar tidak dibodohi lagi maka manfaatkan sumber alam yang dapat digantikan atau diperbaharui. yakni pertanian dan perkebunan. jika memang harus ada pertambangan, berikan sanksi tegas pada perusahaan yang berlaku curang. semoga!!!!

Selasa, 08 November 2011

Gedang jawa VS Gedang Sunda

Pagi itu seperti biasanya Mas Musripin yang berasal dari Kendal jawa tengah melintas di depan rumah Pak Emus yang berasal dari Purwakarta jawabarat,
"berangkat mas?" sapa pak emus ramah
"iya pak, mumpung pagi" jawab mas musripin
"mas kalau mau gedang ambil saja dari pada maruragan, saya mah seneng lamun dimakan mah" pak emus sambil senyum.
"enggih pak, nanti kalau saya bawa parang" sahut mas musripin
         keesokan harinya tanpa basa basi mas musripin langsung menuju ke TKP, pohon pisang yang ada disamping rumah pak emus ditebang, sesaat kemudian mas musripin telah memikul pisang yang ditebang nya.
"matur nuwun pak, gedang nya saya bawa" kata mas musripin
"aduh mas,!!!!!! kenapa yang di ambil kok malah pisang nya." sahut pak emus dengan nada ketus.
"kan kata bapak ambil saja gedang nya, ya ini kan gedang" sambil menunjuk kearah pisang yang di pikulnya.
"bukan mas, itu gedang mah" pak emus nunjuk ke pohon pepaya di samping nya.

               Kedua nya lalu tertawa bersamaan,

Foto bekas galian tambang


Kerusakan alam 

Rabu, 02 November 2011

Gairah Membawa Serakah

ketika senja mulai berdekapan bersama datang nya malam, nun jauh disana terdengar suara adzan yang mendayu dayu, dibawah pohon cemara yang berada diketinggian bukit masih terlihat sesosok tubuh lunglai tersandar pada batang pohon cemara yang tegak lurus menusuk langit yang mulai gelap. sesekali mendongakan kepala seolah memandang sesuatu diatas langit, " ya tuhanku kapan lagi kau akan berikan jalan kemudahan bagiku"sedikit berteriak seraya menadahkan tangan mahluk yang mirip dengan manusia itu. dari suara yang keluar dari mulutnya mungkin usianya tidak muda lagi.
              Benar saja sesaat kemudian dia berdiri dengan dibantu tongkat dikedua tanganya, berjalan perlahan menuruni bukit yang dipenuhi belukar. dari langkahnya tak ada sedikitpun rasa takut untuk menuruni bukit itu, padahal kedua kakinya nyaris tak dapat digerakan, entah kenapa tiba- tiba dia menyanyikan sebuah kidung sunda yang membuat bulu kuduk merinding.                                                                                                   "nu diluhur salah ngatur, nu dihandap nangkeup tu' ur,
                                              ka indung abdi kaduhung kabapa kuring doraka,
                                               gulugur guntur tibatur, gurilap matak sumeblak
                                             pangeran anu kawasa kuring nandangan sangsara"
( yang diatas salah ngatur, yang dibawah memeluk lutut, terhadap ibu aku menyesal, kepada bapa saya durhaka, suara guntur datang  dari orang lain, halilintar membuat hati berdebar, tuhan yang maha kuasa saya jalani kesengsaraan ). tanpa aba- aba dan peringatan suara halilintar menggelegar menyambar sosok tubuh yang sedang gontai, "Glegaaaaaarrrrrrr, treleeep, kruuaaaaak " diiringi suara batang kayu yang roboh langsung menimpa mahluk yang mirip sekali dengan manusia. tanpa suara. hening sesaat lalu terdengar suara lirih, " asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadu rasyulullah "

Selasa, 01 November 2011

Mechanic Andalan Dari Air Sebayur

Generasi muda yang mempunyai visi kedepan, pantang surut kebelakang. siap mengobrak abrik mesin apapun. dari mesin jahit sampai mesin jet. ( bukan jet pump )

Festival Tabot Bengkulu Indonesia

sebetulnya ane waktu itu kagak sengaja mau nonton tabot, mobil angkot yang ane tumpangin kejebak macet ada iring- iringan tabot lewat. sekalian aja belaga kaya turis mancanegara sok ambil kamera. hehehe........! jangan marah ya bang. langsung going ke tangerang. rupanyanya supir angkot bengkulu gaul juga dia tahu hasil pilkada tangerang juga tuh. nonton berita terus kali ya? apa sering browsing raden mas google ? may be..

video orang sakti dari sebayur